Rabu, 06 Juni 2012
BAB 1 SKRIPSI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Belakang Masalah
Pada era globalisasi saat ini dunia usaha berkembang pesat akibat kemajuan teknologi. Dengan kemajuan teknologi tersebut maka kebutuhan manusia semakin kompleks, sehingga mendorong manusia untuk mendirikan berbagai kegiatan usaha yang pada umumnya mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan atau laba yang besar. Penjualan sebagai unsur yang menentukan dalam mencapai untuk memperoleh laba, merupakan dasar dalam perencanaan sebagian besar aktivitas perusahaan mulai dari rencana pembelian sampai dengan penentuan laba usaha.
Dalam menjalankan usaha untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan memerlukan suatu sistem informasi yang memadai, akurat dan tepat waktu. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu pihak manajemen perusahaan untuk pengambilan keputusan dan mengamankan aktiva perusahaan dari kecurangan-kecurangan yang dapat menimbulkan kerugian baik yang dilakukan oleh pihak intern maupun ekstern perusahaan.
Informasi merupakan hal yang penting bagi setiap perusahaan pimpinan dan manajer membutuhkan informasi yang relevan, cepat, tepat waktu, dan akurat yang mencerminkan kondisi fisik perusahaan untuk membantu merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan kegiatan operasional perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan manufaktur di Indonesia semakin menjamur, walaupun tidak semuanya dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia paling tidak mereka dikenal di daerah asalnya. Semakin banyaknya perusahaan manufaktur maka persaingan yang ada semakin ketat. Untuk itu perusahaan membutuhkan sejumlah informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dan dasar operasional perusahaan. Informasi merupakan data yang telah tersaring, terorganisir, terealisasi, dan saling berhubungan sehingga berguna untuk mencapai tujuan organisasi (Riasetiawan,2004:2).
Salah satu informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah informasi akuntansi. Informasi ini penting karena berhubungan dengan kegiatan pengelolaan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Informasi yang berhubungan dengan akuntansi ini dalam pelaksanaannya dihasilkan oleh suatu sistem yang dikenal dengan nama sistem informasi akuntansi. Suatu sistem untuk mengolah, mengendalikan dan memonitor setiap kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan termasuk kegiatan transaksi penjualan. Sistem informasi akuntansi penjualan dan penerimaan kas yang benar kepada pihak manajemen perusahaan. Agar kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan terkendali serta dapat menciptakan efisiensi kerja perlu adanya pengendalian intern atas penjualan dan penerimaan kas yaitu tersapatnya pemisahan fungsi antara bagian penjualan, bagian pengiriman barang, bagian akuntansi dan bagian penerimaan kas.
Hal ini dilakukan mengingat bahwa penerimaan uang mempunyai resiko yang besar terhadap penyelewengan dan penyalahgunaan, maka diperlukan dokumen-dokumen dan catatan pendukung sebagai bukti pencatatan atas transaksi penjualan baik dilakukan secara tunai maupun kredit. Untuk mencapai semua itu perlu adanya koordinasi serta kerja sama yang baik antara bagian yang terkait dalam aktivitas penjualan di dalam perusahaan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Dari uraian latar belakang tersebut, penulis tertarik memilih judul “Evaluasi atas sistem informasi akuntansi dalam pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas pada CV. KEONG MAS“.
1.2. Rumusan Penelitian dan Batasan Penelitian
1.2.1. Rumusan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mencoba mengidentifikasi masalah pada CV. Keong Mas, sebagai berikut :
1. Bagaimana sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas pada CV. Keong Mas ?
2. Bagaimana pengendalian intern atas sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas pada CV. Keong Mas ?
3. Apakah sistem informasi akuntansi dalam pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas pada CV. Keong Mas ?
1.2.2. Batasan Penelitian
Adapun ruang lingkup dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui sistem informasi akuntansi dalam pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas pada CV. Keong Mas.
2. Data penelitian yang digunakan adalah data bulanan yang berawal dari Januari 2006 sampai dengan Desember 2010.
1.3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas pada CV. Keong Mas.
2. Mengetahui pengendalian intern atas sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas pada CV. Keong Mas.
3. Mengevaluasi sistem informasi akuntansi dalam pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas pada CV. Keong Mas.
1.4. Manfaat Penelitian
Dengan dilaksanakannya penelitian ini, penulis berharap dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang berkepentingan antara lain :
1. Manfaat Akademis
Untuk memberikan masukan berupa sistem informasi akuntansi dalam pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas pada kalangan akademis sebagai dasar penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Bagi Penulis
Untuk menerapkan teori-teori yang didapat penulis selama mengikuti perkuliahan ke dalam praktek sehari-hari sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis mengenai masalah yang akan dibahas dalam penulisan ini.
3. Manfaat Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pimpinan perusahaan mengenai system informasi akuntansi dalam pengendalian intern penjualan dan penerimaan kas.
1.5 Sistematika Penyusunan Skripsi
Sistematika yang digunakan dalam penyusunan skripsi adalah :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang penelitian, rumusan penelitian, batasan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penyusunan skripsi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini memuat landasan teori yang akan berhubungan dengan pokok permasalahan yang meliputi pengertian sistem, pengertian informasi, pengertian, pengertian sistem informasi akuntansi, Sistem Akuntansi Penjualan dan Penerimaan Kas, sistem pengendalian intern, Pengendalian Intern atas Sistem Penjualan dan Penerimaan Kas, Sistem dan Dokumentasi dalam SIA.
BAB III METODELOGI PENELITIAN
Bab ini menerangkan mengenai objek penelitian yang meliputi sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan uraian tugas aktivitas usaha perusahaan. Selain itu bab ini juga menerangkan tentang metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan hasil dan pembahasan penelitian yang telah dilakukan penulis.
BAB V PENUTUP
Berisi kesimpulan dan saran yang diharapkan ada manfaatnya bagi pihak yang bersangkutan dan bagi pembaca.
Ringkasan BAB 1 - BAB 6
BAB 1
Perbedaan Akuntansi Internasional dengan Akuntansi lain :
Akuntansi Internasional
Yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (multinational company – MNC).
Operasi transaksi melintasi batas-batas negara.
Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan.
Tiga Bidang Cakupan Akuntansi Internasional :
1. Pengukuran.
2. Pengungkapan.
3. Auditing.
Trend Akuntansi Internasional :
1. Akuntansi banyak digunakan diberbagai negara, tetapi masing-masing negara menerapkan dengan standar dan praktek akuntansi yang sesuai dengan hukum nasional.
2. Terakhir, hingga saat ini terus diupayakan untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan, dan Auditing.
Fenomena Kompetisi Global :
1. Kompetisi global mendorong akuntansi internasional berperan penting.
2. Standar baru yang melampaui batas-batas negara menjadi hal yang wajar digunakan.
BAB 2
Perkembangan
I. Standar dan praktek akuntansi masing-masing negara merupakan hasil interaksi faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan dan budaya.
II. Faktor-faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan akuntansi.
Hubungan Budaya dan Akuntansi :
Dimensi Budaya meliputi: a). individualisme, b). jarak kekuasaan, c). penghindaran ketidakpastian, dan d). Maskulinitas (Hofstede, 1980).
Hubungan budaya dan akuntansi bisa dilihat dari 4 dimensi nilai akuntansi (Gray, 1988)
Pendekatan terhadap perkembangan Akuntansi :
a. Pendekatan Makro-ekonomi
b.Pendekatan Mikro-ekonomi
c.Pendekatan independen
d. Pendekatan yang seragam
Klasifikasi menurut sistem hukum :
1. Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakteristik berorientasi pada “penyajian wajar”, transparan, full disclousure, dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak.
2. Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi pada legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak.
Alasan hilangnya perbedaan tingkat nasional :
1. Banyak perusahaan telah listing di bursa saham di luar negera asal.
2. Tanggung jawab pembentukan standar akuntansi beralih dari pemerintah ke sektor swasta yang profesional dan independen, seperti di Jerman dan Jepang.
3. Pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia.
Bab 3
KOMPARATIF AKUNTANSI
Alasan utama perbedaan praktek akuntansi dengan standar.
1. Hukuman terhadap ketidakpatuhan terhadap ketentuan akuntansi lemah dan tidak efektif.
2. Perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak dari yang seharusnya.
3. Beberapa negara memperbolehan perusahaan mengabaikan standar akuntansi jika operasi dan posisi keuangan tersaji lebih baik.
4. Beberapa negara, standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan, bukan laporan konsolidasi.
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Perancis :
Standar akuntansi disebut Kode akuntansi nasional (plan comptable code), yang memuat; tujuan & prinsip, pos perkiraan utama, pengakuan dan penilaian, daftar akun, dan laporan keuangan (L/K).
Sistem Akuntansi Nasional – Negara Jerman:
Menggunakan dasar UU Akuntansi Komprehensif 19 Des 1985. Isinya;
1. Integrasi akuntansi, L/K, pengungkapan dan auditing,
2. UU ini sama dengan Hukum Komersial Jerman (HGB),
3. Dasar utama, konsep dan praktek di Eropa.
Bab 4
Alasan pemilihan ke-4 negara :
1. Jumlah penduduk Cina besar dan perusahaan-perusahaan seluruh dunia melakukan bisnis dengan Cina.
2. Ceko merupakan representasi negara bekas anggota blok Soviet.
3. Taiwan sering disebut sebagai “macan Asia” dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
4. Meksiko sebagai wakil negara Amerika Latin yang telah mempercepat reformasi pada tahun 1990-an.
Sistem Akuntansi Nasional – Republik Ceko :
Akuntansi di Ceko telah berubah beberapa kali pada abad ke-20. Akuntansi dianggap tidak terlalu penting, sehingga L/K tidak diaudit secara independen. Perkembangan Akuntansi condong ke dunia barat.
Sistem Akuntansi Nasional – RR Cina :
Di RRC negara mengendalikan kepemilikan, sehingga hak menggunakan dan mendistribusikan alat produksi berlaku secara kaku. Perekonomian Cina disebut perekonomian hibrid (campuran), karena orientasi kendali pemerintah dan swasta berjalan bersama.
Sistem Akuntansi Nasional – Taiwan :
Taiwan memiliki beberapa industri strategis yang kepemilikannya oleh negara, tetapi sekarang pemerintah perlahan-lahan melakukan privatisasi. Banyak perusahaan dimiliki oleh keluarga pengendali, tetapi kapitalisasi oleh Bursa Efek sangat besar.
Sistem Akuntansi Nasional – Meksiko :
Bursa efek Meksiko memang terbesar ke-3 di Amerika Latin, tetapi banyak perusahaan lebih menyukai hutang. Walaupun banyak perusahaan dikontrol oleh keluarga, tetapi Meksiko berkomitmen terhadap IAS/IFRS.
Bab 5
Pelaporaan dan pengungkapan
1. Pengungkapan Sukarela.
2. Ketentuan Pengungkapan.
3. Debat Pelaporan Keuangan SEC AS.
Praktek Pelaporan dan Pengungkapan :
1. Pengungkapan Informasi yang Melihat Masa Depan.
2. Pengungkapan Segmen.
3. Laporan Arus Kas dan Arus Dana.
4. Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial.
5. Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna L/K Non-Domestik dan atas Prinsip yang Digunakan.
6. Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan.
7. Pengungkapan dan Pelaporan Bisnis Melalui Internet.
Pengungkapan Laporan Tahunan di Negara-Negar Pasar Berkembang :
Para investor menuntut informasi yang tepat waktu dan kredibel. Regulator merespons dengan membuat ketentuan pengungkapan lebih ketat melalui upaya pengawasan dan penegakan aturan.
Pengungkapan laporan tahunan perusahaan perusahaan di negara berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel, hingga terjadi krisis ekonomi tahun 1997.
BAB 6
PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA
Perubahan harga umum : Inflasi dan Deflasi
Perubahan harga spesifik : Perlu memahami istilah akuntansi inflasi
Lap. Keuangan dan Perubahan Harga
Selama periode inflasi, Lap. Keuangan bisa menyesatkan
Nilai aktiva rendah beban rendah laba tinggi
Lalu akan berdampak pada pajak, deviden, gaji dan upah, dan kebijakan perusahaan .
Ketidakakuratan ini akan mendistorsi :
1. Proyeksi keuangan
2. Anggaran
3. Kinerja
Jenis Penyesuaian Inflasi :
Penyesuaian tingkat harga umum
a. Indeks harga
b. Penggunaan indeks harga
c. Obyek penyesuaian tingkat harga umum
Penyesuaian biaya kini :
a. Aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini
b. Laba adalah resources yg bisa diditribusikan dalam suatu periode
Badan Standar Akuntansi Internasional :
1. International Accounting Standards Board (IASB) menyatakan dalam International Accounting Standards (IAS) 29 tentang Pelaporan Keuangan dalam Perekonomian Hiperinflasi.
2. Perusahaan yang melakukan pelaporan harus mengungkapkan: Fakta, Kerangka dasar penilaian aktiva, Identitas dan tingkat indeks harga, dan Keuntungan/kerugian moneter.
Isu-isu Tentang Inflasi :
1. Perlakuan keuntungan dan kerugian inflasi.
2. Keuntungan dan kerugian Kepemilikan.
3. Akuntansi untuk inflasi di luar negeri.
4. Menghindari kejatuhan ganda.
Selasa, 01 Mei 2012
Fenomena Laporan Keuangan PT Asuransi Mitra Maparya
Aswida Srikanti
Fenomena laporan keuangan PT Asuransi Mitra Maparya
JAKARTA: PT Asuransi Mitra Maparya, perusahaan asuransi umum/ kerugian, membukukan laba bersih Rp17,13 miliar pada 2011, tumbuh 12,8% dari tahun lalu Rp15,18 miliar.
Pertumbuhan hasil pengelolaan premi (underwriting) dan investasi yang mencapai dua digit pada tahun lalu mendorong kenaikan laba perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan audit yang dirilis Rabu 25 April 2012, tahun lalu perseroan membukukan hasil underwriting Rp41,15 miliar, naik 25,70% dari sebelumnya Rp32,73 miliar.
Kenaikan hasil underwriting tersebut antara lain didorong tingginya pertumbuhan premi bruto yang mencapai 28,64% dari Rp119,93 miliar pada 2010 menjadi Rp154,29 miliar pada 2011.
Sementara itu, klaim bruto hanya tumbuh 11,92% dari Rp55,98 miliar pada 2010 menjadi Rp62,66 miliar pada 2011.
Sementara itu, hasil investasi anak usaha PT Griyainsani Cakrasadaya tersebut pada tahun lalu mencapai mencapai Rp11,61 miliar, tumbuh 17,68% dari Rp9,87 miliar pada 2010.
Kenaikan hasil investasi tersebut seiring dengan bertambahnya total dana investasi sebesar Rp63,1 miliar atau 35,31% dari Rp178,66 miliar pada 2010 menjadi Rp241,76 miliar pada 2011.
Kenaikan laba bersih mendorong tumbuhnya modal perusahaan secara organik sebesar 19,54%dari Rp87,55 miliar menjadi Rp104,65 miliar.
Adapun total aset perseroan mencapai Rp299,49 miliar pada 2011, naik 33,42% dari Rp224,46 miliar pada 2010. (Bsi)
Kesimpulan : Pada PT. Asuransi Mitra Maparya telah membukukan kenaikan laba bersih sebesar 12,8% dari tahun sebelumnya, kenaikan hasil underwriting 25,70% dari tahun sebelumnya. sementara itu hasil investasi anak usaha PT Griyansani mengalami kenaikan sebesar 17,68% dengan kenaikan laba bersih tumbuhnya modal perusahaan secara organik sebesar 19,54%. Dengan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa PT. Asuransi Mitra Maparya telah berhasil meningkatkan laba bersih dari tahun sebelumnya.
sumber :http://www.bisnis.com/articles/laporan-keuangan-asuransi-mitra-maparya-raup-laba-rp17-13-miliar
Rabu, 28 Maret 2012
KENDALA IFRS
Aswida Srikanti
Kendala-kendala adopsi IFRS :
1. 1. System hukum dan politik
2. 2. System perpajakan dan fiscal
3. 3. Nilai-nilai budaya korporasi
4. 4. System pasar modal dan peraturan terkait dengan pemilikan korporasi
5. 5. Kondisi ekonomi dan bisnis
6. 6. Teknologi
Dari keenam faktor diatas, factor penghambat yang paling utama adalah system perpajakan dan fiscal yang belum sinkron antara suatu Negara dengan Negara pengadopsi IFRS lainnya.
Kendala adopsi penuh IFRS di Indonesia :
1. 1. Kurang siapnya infrastruktur seperti DSAK sebagai financial accounting standart setter di Indonesia
2. 2. Kondisi peraturan perundang-undangan yang belum tentu sinkron dengan IFRS
3. 3. Kurang siapnya SDM dan dunia pendidikan di Indonesia
4. 4. Proses penerjemahan IFRS menjadi PSAK, terkadang membutuhkan waktu yang relative lama, terkadang juga memberikan makna yang berdeda dengan sumber aslinya.
SUMBER : http://www.scribd.com/doc/83892350/makalah-IFRS
Selasa, 04 Oktober 2011
analisis kliping koran
Dari wacana di atas terdapat prinsip – prinsip yang tidak sesuai dengan prinsip – prinsip IAI, yaitu prinsip pertama tanggung jawab profesi, prinsip kedua kepentingan publik dan prinsip keenam kerahasiaan. Berikut analisanya : 1. Prinsip pertama tanggung jawab profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional. Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi. Pada wacana ini tidak terdapat adanya tanggung jawab profesi, karena di dalam kasus ini menunnjukkan bahwa menteri kesehatan telah melakukan tindak korupsi terhadap proyek pengadaan alat kesehatan. Dan beliau tidak memelihara kepercayaan masyarakat serta tidak menjalankan tanggung jawab profesi sebagaimana mestinya. 2. Prinsip kedua kepentingan publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam rangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik dan menunjukkan komitmen atas profesionalismenya. Pada wacana ini menunjukkan bahwa tidak adanya kepentingan publik, karena menteri kesehatan telah menyalahgunakan uang untuk proyek pengadaan alat kesehatan tersebut. Di dalam wacana ini juga tidak terdapat point ke-4, karena menteri kesehatan tidak memberikan jasa yang berkualitas, tidak mengenakan imbalan jasa yang pantas. Dan juga tidak termasuk pada point ke-5, karena tidak menghormati kepercayaan publik. 3. Prinsip keenam kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Pada wacana ini termasuk kepada point ke-7 yaitu menentukan sejauh mana informasi rahasia dapat diungkapkan, kkarena pada wacana ini terdapat pengungkapan diharuskan oleh hukum. Dengan menghasilkan dokumen atau memberikan bukti dalam proses hukum dan untukk mengungkapkan adanya pelanggaran hukum kepada. Di dalam kasus ini telah dijelaskan bahwa ada tujuh atau delapan direktur Rumah Sakit yang dimintai keterangan dan penyidik pun telah mengarah pada satu tersangka.
Sabtu, 06 November 2010
Surat Lamaran
Aswida Srikanti
Jl.Raya Cibeureum RT 03/05 No.32
BOGOR SELATAN
(0251) 9296800
HP.085695014277
BOGOR, August 04, 2010
To :
Human Resouces Department
Dear Sir or Madam,
Your firm is known open wide for young and dynamic individuals.Due to the fact,I would like to join your company for any position that might be related to my education background and knowledge.
My name is Aswida Srikanti,I am 20 Year old,and have an excellent health,I fresh graduated from at University Of Gunadarma majoring Accounting.
I can see an excellent opportunity to untilize my skill,and at the same time growing as a true professional in your company.i assure you that a high level of efficiency would be applied to any assignments given to me.Beside that,I am a person who can work either independently or as part of a team.
For futher information,I also enclosed my Curriculum Vitae with personal data for your inspection,and including a photograph.
I therefore hope that you will consider my application. Thank you kindly attention and your invitation for interview is waiting by me hopefully.
Sincerely your,
Aswida Srikanti SE
Jl.Raya Cibeureum RT 03/05 No.32
BOGOR SELATAN
(0251) 9296800
HP.085695014277
BOGOR, August 04, 2010
To :
Human Resouces Department
Dear Sir or Madam,
Your firm is known open wide for young and dynamic individuals.Due to the fact,I would like to join your company for any position that might be related to my education background and knowledge.
My name is Aswida Srikanti,I am 20 Year old,and have an excellent health,I fresh graduated from at University Of Gunadarma majoring Accounting.
I can see an excellent opportunity to untilize my skill,and at the same time growing as a true professional in your company.i assure you that a high level of efficiency would be applied to any assignments given to me.Beside that,I am a person who can work either independently or as part of a team.
For futher information,I also enclosed my Curriculum Vitae with personal data for your inspection,and including a photograph.
I therefore hope that you will consider my application. Thank you kindly attention and your invitation for interview is waiting by me hopefully.
Sincerely your,
Aswida Srikanti SE
Sabtu, 09 Oktober 2010
Curriculum Vitae
Personal Details
Full Name : Aswida Srikanti
Sex : Female
Place, Date of Birth : Bogor , August 04 Th 1990
Nationality : Indonesia
Marital Status : Single
Height, Weight : 165 cm, 44 kg
Health : Perfect
Religion : Moslem
Address : Jl. Raya Cibeureum gg.jambu Rt 03/05 no.32 kel.Mulyaharja kec.Bogor Selatan - Bogor
Mobile : 085695014277
Phone : 0251 - 9496800
E-mail : uchu_wieda@yahoo.co.id
Educational Background
1995 – 1996 : Play Group Triguna, Bogor
1996 - 2002 : Elementary School Polisi 1, Bogor
2002 - 2005 : Insan Kamil Junior High School, Bogor
2005 - 2008 : Senior High School 1 Ciawi, Bogor
2008 – Present : University Of Gunadarma S1 Degree , Depok
Major : Accounting
Course & Education
2009 - 2009 : Securities Technical Analysis Course at Gunadarma, Depok
2010 -2010 : - Income Taxes Application (SPT 1721) Course at Gunadarma, Depok
- Tax Course (Brevet A ) at Gunadarma , Depok
- Participant in Career seminar Sharia Economics Days 2010 at Universitas Indonesia, Depok
Full Name : Aswida Srikanti
Sex : Female
Place, Date of Birth : Bogor , August 04 Th 1990
Nationality : Indonesia
Marital Status : Single
Height, Weight : 165 cm, 44 kg
Health : Perfect
Religion : Moslem
Address : Jl. Raya Cibeureum gg.jambu Rt 03/05 no.32 kel.Mulyaharja kec.Bogor Selatan - Bogor
Mobile : 085695014277
Phone : 0251 - 9496800
E-mail : uchu_wieda@yahoo.co.id
Educational Background
1995 – 1996 : Play Group Triguna, Bogor
1996 - 2002 : Elementary School Polisi 1, Bogor
2002 - 2005 : Insan Kamil Junior High School, Bogor
2005 - 2008 : Senior High School 1 Ciawi, Bogor
2008 – Present : University Of Gunadarma S1 Degree , Depok
Major : Accounting
Course & Education
2009 - 2009 : Securities Technical Analysis Course at Gunadarma, Depok
2010 -2010 : - Income Taxes Application (SPT 1721) Course at Gunadarma, Depok
- Tax Course (Brevet A ) at Gunadarma , Depok
- Participant in Career seminar Sharia Economics Days 2010 at Universitas Indonesia, Depok
Langganan:
Postingan (Atom)